Berita Islam Masa Kini

  • Home
  • Profile
  • Home
  • Profile

Thursday, June 11, 2015

Alasan Dibalik Larangan Meniup Makanan yang Masih Panas

 Unknown     2:31 PM     No comments   


Bagi umat muslim, perintah yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadist tentu saja harus diikuti tanpa perlu menyanggah ketentuan tersebut. Mengingat manusia diberi karunia berupa akal maka sering orang menggunakannya untuk mengkaji hikmah dan rahasia di balik yang tertuang di dalam ayat-ayat Allah ini. Untuk bagian yang termasuk menyangkut ketauhidan dan alam gaib lainnya, manusia dilarang untuk memikirkan hal ini. Namun untuk hal lain bahkan menyangkut rahasia alam, manusia memang diwajibkan untuk menggali dan mengembangkan pengetahuan akan hal ini. Namun terkadang orang sering salah menafsirkan sesuatu ayat dengan fenomena alam yang berlaku, bahkan kadang seolah-olah seperti disambungkan atau dikait-kaitkan saja. Saya pernah membaca beberapa skripsi ilmu kimia dari mahasiswa yang menempuh kuliah di perguruan tinggi negeri yang berbasis ke-Islaman (peralihan dari institut menjadi universitas), dimana pada setiap skripsi harus didahului dengan pengantar yang mengutip ayat Al-Quran atau kutipan hadits. Saya pernah berdiskusi dan menyampaikan sanggahan bahwa hal ini mestinya tidak harus dilakukan karena semua ketentuan yang terjadi di alam, semua juga merupakan ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Sebagai contoh untuk melengkapi adalah bukti dan catatan dari banyak ilmuwan Islam jaman dulu yang juga tidak mengkaitkan dengan agama.

Ada satu ilmuwan yang berasal dari Turki, ada yang menyebutkan sebagai wartawan, yang bernama Harun Yahya. Tokoh ini banyak menghasilkan karya yang menarik yang mengkaji banyak fenomena dari sisi Islam. Ada yang memang benar-benar sesuai dan memang rasional sesuai nalar. Hal ini juga memancing karya lain oleh banyak orang untuk mengkaji hal serupa. Saya sendiri termasuk yang senang membaca karya Harun Yahya, termasuk memiliki koleksi VCD dan ebook tulisan-tulisan beliau. Namun tentu saja sebagai seorang yang berkecimpung dalam bidang akademik, hal ini perlu diimbangi dengan rasa skeptis untuk mempelajari lebih lanjut tanpa perlu harus menyanggah. Memang ada beberapa kasus yang ditulis masih mengandung tanda tanya, termasuk masalah soal evolusi.
Pembahasan tentang rahasia di balik ayat-ayat Allah kalau di Al-Quran sebenarnya selalu ada asbabun nuzul-nya. Kalau yang tertuang dalam Hadits itu terjadi melalui ucapan dan tindakan Rasulullah. Boleh saja kita mengupas hikmah dan rahasia di balik hal ini, namun tentu saja terbatas dengan pengetahuan dan kemampuan akal kita sebagai insan di muka bumi ini. Kalau memang harus dikaitkan dengan pengetahuan yang saat itu sudah diketahui, mestinya juga harus memenuhi nalar dan logika yang berlaku.
Hadist Nabi yang menyebutkan bahwa kita dilarang untuk meniup makanan yang masih panas. Bunyi hadits tersebut adalah sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Alasan yang dikemukakan adalah bahwa secara kimia napas manusia mengeluarkan CO2 dan gas ini dapat terlarut ke dalam air di makanan menghasilkan asam karbonat (Catatan di teks H2CO3 ditulis sebagai asam cuka). Kutipannya adalah sebagai berikut
“Secara teori kimia bahwa: apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas , hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas. “
Kalau menurut saya alasan ini terlalu mengada-ada. Saya sudah membantah hal ini di kolom diskusi pada artikel tersebut. Namun tentu saja tidak ada hasil akhir yang menyimpulkan mana yang benar dan mana yang salah karena kolom kompasiana adalah bukan forum yang digunakan untuk mencari kebenaran.
Meniup makanan panas (sumber : kompas.com)
CO2 masuk ke air adalah susah, karena dari fasa gas untuk terlarut ke fasa cair realtif tidak mudah. Kemungkinan penulis artikel tersebut terinspirasi dari peristiwa terjadinya hujan asam dimana salah satu gas pembentuk keasaman air hujan adalah karena pelepasan dan pelarutan gas CO2 di awan. Kalau dianalogikan dengan peristiwa terjadinya hujan asam, hal ini berupa proses yang terjadi pada fasa gas baik untuk CO2 maupun fasa air yang terjadi di angkasa. Proses pada fasa gas ini sangat mungkin terjadi dengan mudah, termasuk untuk gas lain seperti CO, NOx dan SOx. Gas-gas ini di awan akan langsung terlarut dalam uap air di awan dan membentuk asam H2CO3 (asam karbonat), HNO2 (asam nitrit) dan H2SO3 (asam sulfit).
Kalau CO2 bereaksi dengan air maka akan terjadi H2CO3 dan asam ini adalah asam karbonat bukan asam asetat seperti yang dikemukakan oleh penulis artikel. Asam karbonat meskipun bersifat asam, tetapi jenis ini juga banyak digunakan pada minuman berkarbonat seperti yang kita jumpai di berbagai jenis soft drink. Risiko bahaya yang diakibatkan oleh asam ini relatif jauh dari apa yang dituliskan pada artikel itu. Efek asam yang dihasilkan dapat terjadi jika berlangsung pada konsentrasi asam yang tinggi sehingga menghasilkan kondisi pH larutan yang rendah. Mengingat asam karbonat adalah termasuk asam lemah maka pH larutan juga tidak akan terjadi sangat rendah.  Pada konsentrasi rendah, efek asam dapat terjadi jika terkena kontak terus menerus. Hal ini dapat terjadi seperti pada kasus orang yang sering mengkonsumsi minuman soft drink, maka akan ada efek pengeroposan gigi atau iritasi lambung.
Secara fisik, proses pelarutan gas CO2 hasil pernafasan manusia ke permukaan air akan sangat kecil. Selain konsentrasi gas CO2 yang dihasilkan juga kecil, kontak permukaan antara molekul gas CO2 pada fasa gas juga tidak akan mudah menembus permukaan cairan, walaupun temperatur fasa cair atau fasa padat pada makanan ini relatif tinggi (makanan masih panas).
Sebenarnya alasan yang lebh logis adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
Alasan terakhir ini jauh lebih logis daripada alasan soal CO2. Selain tentu saja sebenarnya adalah alasan etik sosial, dimana meniup makanan memang di beberapa daerah, memang tidak dianjurkan. Jadi kalau anda sedang makan makanan atau minuman yang panas, tentu saja bersabarlah dulu sebentar sehingga menjadi berkurang temperaturnya dan mulut dapat menerima masuk.
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Popular Posts

  • Apakah Tabarruj sama artinya dengan Membuka Aurat?
    Tabarruj adalah salah satu perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Apa pengertian tabarruj? Apakah artinya sama dengan membuka aurat? Apak...
  • 9 jenis Roh
    Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan maca...
  • Zodiak Pengantar Dosa Besar
    Dari Abdullah bin Abbas radiyallahu'anhum, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam bersabda : “Barangsiapa mempelajari salah ...
  • Keutamaan Menyayangi Anak Perempuan
    Seseorang yang mendidik anaknya dengan baik dan menyayangi mereka, terutama anak perempuan, maka akan mendapatkan keutamaan yang besar...
  • Musibah Pakaian Ketat pada Wanita Muslimah
    Dalil yang menunjukkan hendaknya wanita tidak memakai pakaian ketat adalah hadits dari Usamah bin Zaid di mana ia pernah berkata, كساني رس...
  • 10 Wanita yang Dirindukan Surga
    10 wanita yang dirindukan surga. Riwayat Imran bin Hushain ra.: Bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya penghuni surga y...
  • Langit Tak Kan Mengguyurkan Hujan Emas
    Umar Bin Al-Khattab ra merasa keheranan. Kedua bola matanya tertuju ke seorang pemuda gagah yang duduk berlama-lama di masjid. Di larut da...
  • Bahayakah Memuji Orang Lain?
    Sebagian orang mungkin gila akan pujian sehingga yang diharap-harapkan adalah komentar baik orang lain. Padahal pujian seringkali menipu...
  • Seorang Milyarder Bisakah Disebut Zuhud?
    Apakah seorang milyarder bisa disebut zuhud? Tentu saja kita perlu pahami arti zuhud terlebih dahulu.
  • 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan
    Ketahuilah semoga Allah menuntunmu untuk selalu taat kepada-Nya-, sesunguhnya al-hanifiah yang merupakan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam...

Pages

  • Home

Blog Archive

  • ▼  2015 (78)
    • ►  October (1)
    • ▼  June (77)
      • Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
      • Solusi Pola Asuh Islami Bagi Orangtua di Abad 21
      • Peneliti Asal London : Muslimah Berhijab Memiliki ...
      • Haruskah Merayakan Tahun Baru?
      • Perkataan "Seandainya" Membuka Pintu Setan
      • Jika Bukan Untukmu, Untuk Siapa?
      • Fakta Unik Adzan
      • 7 Alasan Banyak Sedekah di Bulan Ramadhan
      • Hukum Menyemir Rambut Sebelum Beruban
      • 6 Tips Mencari Kerja Menurut Islam
      • Larangan Duduk Memeluk Lutut Saat Khutbah Jumat
      • Aurat Lelaki Menurut Madzhab Syafi’i
      • Hukum Memanjangkan Kuku
      • Keutamaan Menyayangi Anak Perempuan
      • Seorang Milyarder Bisakah Disebut Zuhud?
      • Ancaman bagi yang Makan dengan Tangan Kiri
      • Keutamaan Mengajarkan Ilmu
      • 5 Amalan Ketika Mendengarkan Adzan
      • Bagaimana Hukum Tidur setelah Shalat Subuh?
      • Hanya Karena Sesaji Lalat, Akhirnya Masuk Neraka
      • Batu Akik, Haramkah?
      • Apa Ada Rezeki Pada Hati?
      • Mengapa Hati Ini Masih Merasa Iri?
      • Musibah Pakaian Ketat pada Wanita Muslimah
      • Bahayakah Memuji Orang Lain?
      • Zodiak Pengantar Dosa Besar
      • 10 Wanita yang Dirindukan Surga
      • 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan
      • Alasan Dibalik Larangan Meniup Makanan yang Masih ...
      • Wanita Cantik dalam Pandangan Islam
      • 9 jenis Roh
      • Bahaya Lisan atau Lidah
      • Gila Harta, Sumber Malapetaka
      • Dzikrullah, Obat Ampuh atasi Galau!
      • Benarkah Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?
      • Remaja Muslim Beriman “Pantang” Rayakan Valentine’...
      • Jika tak Malu, berbuatlah Sekehendakmu
      • 2 Cara Jitu Meraih Mimpi
      • Beribadah dengan Musik dan Tepuk Tangan?
      • Enam Adab Muslim Dalam Urusan Hutang-Piutang
      • Tiga Perkara yang Harus Selalu Ada dalam Hidup Kita
      • Inilah Kerugian Muslim yang Meninggalkan Shalat
      • Benarkah Menjadi Kaya dengan Surat Al Waqi'ah 4?
      • Mengapa Wajah Nabi Muhammad Tidak Boleh Dilukis?
      • Seperti Apakah Ciri Ciri Jodoh Pilihan Allah SWT?
      • 10 Gangguan Setan Ketika Shalat
      • Mengapa Rumah Menjadi angker?
      • Jawaban Seorang Dokter Tentang Berjilbab
      • Hujan itu Berkah
      • Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran
      • Rahasia Ubun-Ubun Dalam Islam
      • Kebenaran Mimpi Orang Mukmin Pada Akhir Zaman
      • Semua Orang Beriman akan Lewati Jembatan Shirath
      • Mengapa Laki-Laki Dilarang Menggunakan Perhiasan?
      • Kisah Nyata: Aku Sangat Menderita Saat Suami Melar...
      • Bagaimana Cara Muslimah Menghadapi Tipuan Kebebasan?
      • Siapakah Wanita-Wanita yang Dilaknat Allah?
      • Hukum Mengadopsi Anak
      • Jodoh Tidak Kunjung Datang
      • Keistimewaan Surah Yasin
      • Apakah Tabarruj sama artinya dengan Membuka Aurat?
      • Sebab Doa yang Ditolak
      • Memakai Sepatu atau Sandal Berhak Tinggi Menurut P...
      • Langit Tak Kan Mengguyurkan Hujan Emas
      • Pernahkah Anda Bersumpah? Sebenarnya apa bahaya be...
      • Cara Memberi Manfaat Pada Agama
      • Hikayat Seputar Manusia Terbaik
      • Sepele Tapi Begitu Besar di Hadapan Allah
      • Memberilah, Karena Kita Orang Terasing di Dunia
      • Posisi Tidur yang Benar Menurut Islam
      • Hadist Rasulullah SAW yang Berkaitan dengan Cara P...
      • Hidup Sehat dengan Mengamalkan Sunnah
      • 5 Tips Hidup Sehat Rasulullah
      • Mencontoh Menu Makanan Rasulullah
      • Edisi Pola Hidup Rasulullah 3
      • Edisi Pola Hidup Sehat Rasulullah 2
      • Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah
Powered by Blogger.

Translate

About Me

Unknown
View my complete profile

Sample Text

Copyright © Berita Islam Masa Kini | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates