Berita Islam Masa Kini

  • Home
  • Profile
  • Home
  • Profile

Friday, June 12, 2015

7 Alasan Banyak Sedekah di Bulan Ramadhan

 Unknown     8:05 PM     No comments   


Ada 7 alasan kenapa kita diperintah banyak sedekah di bulan Ramadhan.
Suri teladan kita, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita untuk banyak bersedekah dan berderma di bulan Ramadhan. Bahkan ada berbagai faedah jika seseorang bertambah semangat bersedekah ketika berpuasa di bulan penuh berkah tersebut.

Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)
Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Al juud berarti rajin dan banyak memberi (berderma)” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 291). Jadi maksud hadits adalah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– rajin memberi sedekah pada orang lain di bulan Ramadhan.
Ibnu Rajab juga menyebutkan, “Pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkumpul berbagai macam sifat dermawan. Beliau gemar berderma dengan ilmu dan harta beliau. Beliau juga mengorbankan jiwa untuk memperjuangkan agamanya. Beliau juga memberikan manfaat pada umat dengan menempuh berbagai macam cara. Bentuk kemanfaatan yang beliau berikan adalah dengan memberi makan pada orang yang lapar, menasihati orang yang bodoh, memenuhi hajat dan mengangkat kesulitan orang yang butuh.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 293).
Di halaman lainnya dari kitab Lathaif Al-Ma’arif (hlm. 295), semangat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berderma lebih besar lagi di bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.

Apa yang mendorong beliau lebih bersemangat seperti itu?

1- Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia dan pahala berlipat ganda pada bulan tersebut.
2- Rajin berderma pada bulan Ramadhan berarti membantu orang yang berpuasa, orang yang melakukan shalat malam dan orang yang berdzikir supaya mereka mudah dalam beramal. Orang yang membantu di sini akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka yang beramal. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebutkan keutamaan orang yang memberi makan buka puasa,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
3- Di bulan Ramadhan, Allah juga berderma dengan memberikan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, lebih-lebih lagi di malam Lailatul Qadar.
4- Menggabungkan antara puasa dan sedekah adalah sebab seseorang dimudahkan masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,
عَنْ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »
Dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1: 155. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Kata Ibnu Rajab Al Hambali, sifat-sifat yang disebutkan di atas semuanya terkumpul di bulan Ramadhan. Karena orang beriman akan mengumpulkan pada dirinya amalan puasa, shalat malam, sedekah dan berkata yang baik di mana ketika berpuasa dilarang berkata kotor dan sia-sia. Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298.
5- Menggabungkan antara sedekah dan puasa adalah sebab kemudahan meraih ampunan dosa dan selamat dari siksa neraka. Lebih-lebih jika kedua amalan tersebut ditambah dengan amalan shalat malam.
Disebutkan bahwa puasa adalah tameng (pelindung) dari siksa neraka,
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ
“Puasa adalah pelindung dari neraka seperti tameng salah seorang dari kalian ketika ingin berlindung dari pembunuhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1639 dan An Nasai no. 2232. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Mengenai sedekah dan shalat malam disebutkan dalam hadits,
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ
“Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang selepas tengah malam.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
6- Dalam puasa pasti ada cacat dan kekurangan, sedekah itulah yang menutupi kekurangan tersebut. Oleh karenanya di akhir Ramadhan, kaum muslimin disyari’atkan menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa. Disebutkan dalam hadits, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
7- Disyari’atkan banyak berderma ketika puasa seperti saat memberi makan buka puasa adalah supaya orang kaya dapat merasakan orang yang biasa menderita lapar sehingga mereka pun dapat membantu orang yang sedang kelaparan. Oleh karenanya sebagian ulama teladan di masa silam ditanya, “Kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa?” Jawab mereka, “Supaya yang kaya dapat merasakan penderitaan orang yang lapar. Itu supaya ia tidak melupakan deritanya orang yang lapar.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 300)
Yang dicontohkan oleh para ulama di antaranya ‘Abdullah bin Al-Mubarak dan Al-Hasan Al-Bashri, mereka biasa memberi makan pada orang lain, padahal sedang berpuasa (sunnah).
Demikian tujuh faedah yang disampaikan oleh Ibnu Rajab yang mendorong kita supaya rajin membantu, memberi dan berderma di bulan Ramadhan. Sehingga itulah mengapa bulan Ramadhan disebut bulanmuwasaah, yaitu bulan yang diperintahkan banyak berderma.
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Siapa yang tidak bisa menggapai derajat itsar (mendahulukan orang lain dari diri sendiri, pen.), maka jangan sampai ia tidak mencapai derajat orang yang rajin membantu orang lain (muwasah).” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 300)
Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 301)
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Popular Posts

  • Apakah Tabarruj sama artinya dengan Membuka Aurat?
    Tabarruj adalah salah satu perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Apa pengertian tabarruj? Apakah artinya sama dengan membuka aurat? Apak...
  • 9 jenis Roh
    Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan maca...
  • Zodiak Pengantar Dosa Besar
    Dari Abdullah bin Abbas radiyallahu'anhum, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam bersabda : “Barangsiapa mempelajari salah ...
  • Keutamaan Menyayangi Anak Perempuan
    Seseorang yang mendidik anaknya dengan baik dan menyayangi mereka, terutama anak perempuan, maka akan mendapatkan keutamaan yang besar...
  • Musibah Pakaian Ketat pada Wanita Muslimah
    Dalil yang menunjukkan hendaknya wanita tidak memakai pakaian ketat adalah hadits dari Usamah bin Zaid di mana ia pernah berkata, كساني رس...
  • 10 Wanita yang Dirindukan Surga
    10 wanita yang dirindukan surga. Riwayat Imran bin Hushain ra.: Bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya penghuni surga y...
  • Langit Tak Kan Mengguyurkan Hujan Emas
    Umar Bin Al-Khattab ra merasa keheranan. Kedua bola matanya tertuju ke seorang pemuda gagah yang duduk berlama-lama di masjid. Di larut da...
  • Bahayakah Memuji Orang Lain?
    Sebagian orang mungkin gila akan pujian sehingga yang diharap-harapkan adalah komentar baik orang lain. Padahal pujian seringkali menipu...
  • Seorang Milyarder Bisakah Disebut Zuhud?
    Apakah seorang milyarder bisa disebut zuhud? Tentu saja kita perlu pahami arti zuhud terlebih dahulu.
  • 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan
    Ketahuilah semoga Allah menuntunmu untuk selalu taat kepada-Nya-, sesunguhnya al-hanifiah yang merupakan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam...

Pages

  • Home

Blog Archive

  • ▼  2015 (78)
    • ►  October (1)
    • ▼  June (77)
      • Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
      • Solusi Pola Asuh Islami Bagi Orangtua di Abad 21
      • Peneliti Asal London : Muslimah Berhijab Memiliki ...
      • Haruskah Merayakan Tahun Baru?
      • Perkataan "Seandainya" Membuka Pintu Setan
      • Jika Bukan Untukmu, Untuk Siapa?
      • Fakta Unik Adzan
      • 7 Alasan Banyak Sedekah di Bulan Ramadhan
      • Hukum Menyemir Rambut Sebelum Beruban
      • 6 Tips Mencari Kerja Menurut Islam
      • Larangan Duduk Memeluk Lutut Saat Khutbah Jumat
      • Aurat Lelaki Menurut Madzhab Syafi’i
      • Hukum Memanjangkan Kuku
      • Keutamaan Menyayangi Anak Perempuan
      • Seorang Milyarder Bisakah Disebut Zuhud?
      • Ancaman bagi yang Makan dengan Tangan Kiri
      • Keutamaan Mengajarkan Ilmu
      • 5 Amalan Ketika Mendengarkan Adzan
      • Bagaimana Hukum Tidur setelah Shalat Subuh?
      • Hanya Karena Sesaji Lalat, Akhirnya Masuk Neraka
      • Batu Akik, Haramkah?
      • Apa Ada Rezeki Pada Hati?
      • Mengapa Hati Ini Masih Merasa Iri?
      • Musibah Pakaian Ketat pada Wanita Muslimah
      • Bahayakah Memuji Orang Lain?
      • Zodiak Pengantar Dosa Besar
      • 10 Wanita yang Dirindukan Surga
      • 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan
      • Alasan Dibalik Larangan Meniup Makanan yang Masih ...
      • Wanita Cantik dalam Pandangan Islam
      • 9 jenis Roh
      • Bahaya Lisan atau Lidah
      • Gila Harta, Sumber Malapetaka
      • Dzikrullah, Obat Ampuh atasi Galau!
      • Benarkah Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?
      • Remaja Muslim Beriman “Pantang” Rayakan Valentine’...
      • Jika tak Malu, berbuatlah Sekehendakmu
      • 2 Cara Jitu Meraih Mimpi
      • Beribadah dengan Musik dan Tepuk Tangan?
      • Enam Adab Muslim Dalam Urusan Hutang-Piutang
      • Tiga Perkara yang Harus Selalu Ada dalam Hidup Kita
      • Inilah Kerugian Muslim yang Meninggalkan Shalat
      • Benarkah Menjadi Kaya dengan Surat Al Waqi'ah 4?
      • Mengapa Wajah Nabi Muhammad Tidak Boleh Dilukis?
      • Seperti Apakah Ciri Ciri Jodoh Pilihan Allah SWT?
      • 10 Gangguan Setan Ketika Shalat
      • Mengapa Rumah Menjadi angker?
      • Jawaban Seorang Dokter Tentang Berjilbab
      • Hujan itu Berkah
      • Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran
      • Rahasia Ubun-Ubun Dalam Islam
      • Kebenaran Mimpi Orang Mukmin Pada Akhir Zaman
      • Semua Orang Beriman akan Lewati Jembatan Shirath
      • Mengapa Laki-Laki Dilarang Menggunakan Perhiasan?
      • Kisah Nyata: Aku Sangat Menderita Saat Suami Melar...
      • Bagaimana Cara Muslimah Menghadapi Tipuan Kebebasan?
      • Siapakah Wanita-Wanita yang Dilaknat Allah?
      • Hukum Mengadopsi Anak
      • Jodoh Tidak Kunjung Datang
      • Keistimewaan Surah Yasin
      • Apakah Tabarruj sama artinya dengan Membuka Aurat?
      • Sebab Doa yang Ditolak
      • Memakai Sepatu atau Sandal Berhak Tinggi Menurut P...
      • Langit Tak Kan Mengguyurkan Hujan Emas
      • Pernahkah Anda Bersumpah? Sebenarnya apa bahaya be...
      • Cara Memberi Manfaat Pada Agama
      • Hikayat Seputar Manusia Terbaik
      • Sepele Tapi Begitu Besar di Hadapan Allah
      • Memberilah, Karena Kita Orang Terasing di Dunia
      • Posisi Tidur yang Benar Menurut Islam
      • Hadist Rasulullah SAW yang Berkaitan dengan Cara P...
      • Hidup Sehat dengan Mengamalkan Sunnah
      • 5 Tips Hidup Sehat Rasulullah
      • Mencontoh Menu Makanan Rasulullah
      • Edisi Pola Hidup Rasulullah 3
      • Edisi Pola Hidup Sehat Rasulullah 2
      • Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah
Powered by Blogger.

Translate

About Me

Unknown
View my complete profile

Sample Text

Copyright © Berita Islam Masa Kini | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates